Home > News > Promosikan Budaya Indonesia, KBRI Oslo kembali Berpartisipasi dalam Barnas Verdensdager

Promosikan Budaya Indonesia, KBRI Oslo kembali Berpartisipasi dalam Barnas Verdensdager

Indonesia kembali berpartisipasi dalam Festival Anak Sedunia (Barnas Verdensdager – BVD) yang pada tahun ini kembali diadakan di Grønland Kulturstasjon di Oslo pada tanggal 3 dan 4 November 2018. Keikutsertaan Indonesia pada festival ini merupakan wujud komitmen untuk terus mempromosikan dan memperkenalkan budaya Indonesia kepada masyarakat di Norwegia. Barnas Verdensdager merupakan festival anak tahunan yang merupakan bagian dari Oslo World Music Festival, festival musik ternama di Norwegia yang diselenggarakan oleh Lembaga Seni Budaya Norwegia Rikskonsertene yang bertujuan untuk mengajarkan multikulturalisme dan integrasi seni budaya mancanegara kepada anak-anak di Norwegia.  

Pada kesempatan kali ini KBRI Oslo menampilkan pertunjukkan tarian di dua hari festival tersebut. Pada hari pertama, tim tari Anak Indonesia menampilkan pertunjukkan Tari Ronggeng Manis yang dibawakan oleh Ann-Dewi Cantik Torgensen dan Andrea Jelita Torgensen. Pada hari kedua, kelompok Krama Bali Norwegia menampilkan Tari Pendet yang dibawakan oleh Ni Luh Maren Hasle, Mita Arya Pladsgård Warren, dan Marlin Sofie Anda. Pertunjukkan tarian dari Indonesia tersebut selalu mendapat sambutan yang meriah dari para pengunjung yang menghadiri festival. Kelompok Tari Anak Indonesia sendiri merupakan kelompok tari binaan KBRI Oslo di bawah bimbingan Ossy R. Ivarson. Sedangkan Krama Bali Norwegia, merupakan organisasi masyarakat Hindu Indonesia yang berdomisili di Norwegia yang seringkali turut serta aktif mempromosikan seni dan budaya Indonesia di berbagai tempat di Norwegia.

Tidak hanya persembahan tarian, pengenalan budaya Indonesia juga dilakukan melalui metode bermain sambil belajar dengan menggelar workshop interaktif bermain gamelan, yang bertempat di lantai 2 gedung Grønland Kultur Stajon. Pada workshop tersebut, para pengunjung yang merupakan anak-anak dan orang tuanya berkesempatan untuk memainkan instrumen gamelan serta memainkan lagu tradisional jawa suwe ora jamu serta lagu anak-anak Norwegia. Workshop pelatihan memainkan gamelan dipandu oleh Bapak Sunu Condro dari KBRI Oslo dan sejumlah staf KBRI Oslo lainnya. Workshop yang diadakan selama dua hari tersebut sukses merebut perhatian para pengunjung, terbukti dengan ramainya jumlah pengunjung yang memadati lokasi workshop.

Partisipasi Indonesia semakin lengkap dengan adanya stand kuliner dari masyarakat Indonesia, yang menjajakan Sate Ayam, Bakmi Goreng, Siomay, serta Lumpia khas Indonesia. Antrian panjang selalu terlihat di anjungan kuliner mereka, dan hidangan Indonesia jelas menjadi favorit pengunjung.

Selama dua hari, festival BVD ini dihadiri oleh kurang lebih sebanyak 4000 pengunjung. Sebanyak 25 negara dari berbagai belahan dunia ikut serta memeriahkan festival anak ini, diantaranya Afghanistan, Australia, Brazil, Burkina Faso, Eritrea, India, Irak, Libanon, Meksiko, Mesir, Moroko, Palestina, Romania, Sierra Leone, Senegal, Somalia, Sudah Selatan, Srilanka, Suriah, Thailand, Tunisia, Turki, dan Uganda. Oslo, 5 November 2018