Home > News > Economic > Promosi Eko-Wisata Indonesia, Diplomacy for the People ala KBRI Oslo

Promosi Eko-Wisata Indonesia, Diplomacy for the People ala KBRI Oslo

Pameran pariwisata terbesar di Norwegia, Reiselivsmesssen, dihelat di Telenor Arena – Oslo, hari ini (9/1/2015). Di tengah-tengah lebih 600 anjungan dari 120 negara, Indonesia promosikan eko-wisata dan industri kreatif berkelanjutan.

Duta Besar RI untuk Kerajaan Norwegia, Yuwono A. Putranto menjelaskan bahwa selama tiga hari pameran, anjungan Indonesia menampilkan 7 lokasi eko-wisata, yaitu Subak di Jatiluwih – Bali, Jalur Tenun Timor di Molo dan Sumba, Desa Sungai Utik Kapuas – Kalimantan Barat, Kampung Sawai di Kawasan Penyangga Taman Nasional Manusela di Pulau Seram – Maluku, Hutan Adat Guguk di Jambi, Desa Wisata Pesanggrahan di Purwakarta dan Pesantren Ekologi Ath-Taariq di Garut.

“Kita juga pamerkan produk-produk hasil masyarakat adat seperti tenun Sumba, anyam-anyaman Sui Utik, 11 varian kopi arabika, 3 jenis madu hutan di NTT, teh herbal Pesantren Ekologi Ath-Taariq dan produk aksesoris K&R Factory,” papar Yuwono.

Tidak semata kegiatan promosi, Yuwono menjelaskan bahwa partisipasi Indonesia kali ini juga mengangkat kearifan masyarakat adat dan kekayaan alam Indonesia kepada publik Norwegia. “Kita ingin agar upaya promosi ini dapat turut menggerakkan potensi dan perekonomian bagi masyarakat.”

Langkah ini merupakan pengejawantahan dari kebijakan Diplomacy for the People Pemerintah Presiden Joko Widodo. “Upaya diplomasi Perwakilan RI harus membawa dampak nyata bagi masyarakat,” tegasnya.

KBRI Oslo menggandeng teman-teman LSM yang tergabung di Yayasan Rekam Jejak Alam Nusantara – Indonesia Nature Film Society untuk memajukan gagasan GreenIndonesia, yaitu bagaimana langkah-langkah pelestarian terhadap lingkungan hidup dapat berjalan beriringan dengan peningkatan perekonomian masyarakat.

“Norwegia merupakan mitra yang tepat untuk tujuan ini. Saya berkeyakinan banyak hal yang dapat digarap secara bersama-sama,” jelas Yuwono.

Mengenai pelaksanaan Reiselivmessen, koordinator pameran, Sekretaris Pertama KBRI Oslo Hartyo Harkomoyo menjelaskan bahwa di awal pembukaan pameran, Indonesia mendapatkan kehormatan untuk memaparkan konsep Green Indonesia bertema Exploring the Survival Genius of Ethnic Cultural and Ethnical Shopping for Life in Indonesia di hadapan para pelaku usaha Norwegia.

 “Teman-teman hadir di Oslo dengan program konkrit, situs GreenIndonesia.org telah dikembangkan dan berisi 7 paket eko-wisata dan online shop produk-produk kreasi masyarakat adat,” jelas Hartyo.

Wakil masyarakat adat yang hadir di Oslo, yaitu Kepala Desa Sui Utik dari Masyarakat Dayak Iban dan penggiat kelompok penenun Paluanda Lama Hamu – Sumba memperagakan tarian Dayak dan cara menenun kepada para pengunjung pameran.

Selama tiga hari pameran, diperkirakan 45.000 pengunjung akan memadati Telenor Arena. Partisipasi Indonesia diharapkan mampu menarik wisman asal Norwegia dan negara-negara Skandinavia. Masyarakat Norwegia memiliki tradisi berwisata yang tinggi dengan pengeluaran di atas rata-rata wisman negara-negara Eropa pada umumnya. Pada tiap musim panas, lebih dari 60% masyarakat Norwegia berwisata ke luar negeri. Hal ini tidak terlepas dari posisi Norwegia sebagai salah satu negara terkaya di dunia.

Yuwono menegaskan bahwa upaya promosi harus dilakukan secara berkelanjutan. Reiselivsmessen hanyalah salah satu wahana promosi dimana langkah-langkah tindak lanjut yang berkesinambungan harus terus dilakukan. (sumber: KBRI Oslo)

Oslo, 9 Januari 2015