Menlu RI Lantik Konjen dan Konsul Baru
“Tunjukan secara tegas dan nyata bahwa diplomat Indonesia berpihak dan peduli atas permasalahan yang dihadapi oleh saudara-saudara kita di luar negeri. Kita juga harus terus meningkatkan dan mengedepankan pelayanan warga yang berkualitas dan professional: pelayanan yang cepat, murah, mudah dan ramah“ demikian ditegaskan Menlu RI dalam pidato sambutannya pada upacara pelantikan 10 orang Konjen dan 2 orang Konsul RI di Gedung Pancasila, 12 Desember 2009. Upaya perlindungan warga menjadi salah satu tugas utama yang akan diemban para kepala perwakilan, khususnya dalam penanganan WNI dan TKI yang mengalami masalah di wilayah akreditasinya.
Para Konsul Jenderal dan Konsul RI yang dilantik adalah :Soepeno Sahid, S.H.,M.M. sebagai Konjen RI di Kota kinabalu, Malaysia; Drs. Zakaria Anshar sebagai Konjen RI di Jeddah, Arab Saudi; Indra Kesuma Oesman S.H. sebagai Konjen RI di Mumbai, India; Ibnu Hadi, S.E., M.Ec. sebagai Konjen RI di Osaka, Jepang; Mansyur Pangeran, S.E. sebagai Konjen RI di Dubai, Uni Emirat Arab; Jonas L. Tobing, S.E. sebagai Konjen RI di Johor Bahru, Malaysia; Bambang Hiendrasto, S.H. sebagai Konjen RI di Vancouver, Kanada; Drs. Benny Bahanadewa, M.B.A. sebagai Konjen RI di Chicago; Dra. Sugiyah Sriwidatun sebagai Konjen RI di Capetown, Afrika Selatan; Asianto Sinambela, S.H., L.L.M. sebagai Konjen RI di San Fransisco, Amerika Serikat; Drs. Endang Dwi Syarief Syamsuri, M.Si. sebagai Konsul RI di Perth, Australia dan Drs. Heru Wicaksono, M.M. sebagai Konsul RI di Songkla, Thailand.
Dalam pelantikan yang juga dihadiri oleh pejabat eselon I & II Departemen Luar Negeri, Menlu menegaskan bahwa tantangan yang bersifat global akan semakin nyata, sementara tantangan yang bersifat tradisional masih belum menemukan penyelesaiannya. Oleh karena itu para Kepala Perwakilan dan diplomat Indonesia perlu terus mempertajam pemahaman gejala internasional dan regional. “Indonesia harus menampilkan sosok dirinya sebagai part of the solution bagian dari penyelesaian tantangan tersebut” lanjut Menlu.
Secara khusus, Konsulat jenderal dan konsulat RI merupakan ujung tombak pemajuan kepentingan ekonomi Indonesia, oleh karenanya Menlu mengajak para Konsul Jenderal dan Konsul untuk mempertajam kontribusi perwakilan dalam mengindentifikasi berbagai peluang bagi Indonesia di wilayah akreditasinya, baik yang mencakup bidang perdagangan, investasi maupun pariwisata.
Sumber : Deplu












