Home > News > Economic > KUNJUNGAN LAPANGAN DUBES RI OSLO KE LOKASI JARING APUNG (FLOATING CAGE) EPISENTER PERIKANAN BUDIDAYA (FISHFARM) HITRA

KUNJUNGAN LAPANGAN DUBES RI OSLO KE LOKASI JARING APUNG (FLOATING CAGE) EPISENTER PERIKANAN BUDIDAYA (FISHFARM) HITRA

Dubes Todung Mulya Lubis, didampingi PF Ekonomi 1 KBRI Oslo, telah melakukan kunjungan lapangan ke lokasi jaring apung (floating cage) perikanan budidaya (fishfarm), Lerøy Seafood AS, Hitra, tanggal 3 April 2019.

Kunjungan merupakan rangkaian kegiatan dalam peninjauan lapangan dan pertemuan Dubes RI Oslo dengan mitra kerja kompeten terkait dalam rangka penguatan kerja sama bilateral RI-Norwegia, antara lain Founder/Majority Share Holder perusahaan Salmar AS (peternak ikan salmon terbesar ke-4 di dunia); Deputy Mayor of Trondheim; Perwakilan Masyarakat Indonesia dan PPI Trondheim; Warga Norwegia Pelantun Lagu ‘Nasi Padang’ (Mr) Audun Kvitland dan Sutradara Film Dokumenter mengenai Mentawai-Sumatera Barat (Mr) Audun Amundsen; Board of Directors – Trondheim Chamber of Commerce and Industry; dan Pro-Rector NTNU di Trondheim.

Kunjungan lapangan di wilayah usaha perusahaan peternak ikan salmon, Lerøy Seafood AS, Hitra tersebut, tepatnya dilaksanakan di lokasi floating cage di wilayah (laut) Hitra. Perjalanan dari Kota Trondheim menuju lokasi floating cage ditempuh dengan kendaraan darat (mobil) dengan jarak sekitar 147km sebelah utara Kota Trondheim, dilanjutkan dengan speedboat dengan waktu tempuh sekitar 20 menit dari Hitra Hurtigbåtterminal (pelabuhan laut) menuju lokasi fishfarm yang terbentang di tengah laut di wilayah Hitra.  

Ikan salmon kini telah menjadi salah satu komoditi ekspor andalan Norwegia, setelah minyak dan gas. Hal tersebut antara lain dikarenakan pasar ikan salmon dunia yang dapat memberikan keuntungan yang cukup besar (harga jual ikan salmon relatif lebih tinggi dibandingkan dengan harga jual ikan lainnya, seperti trout, halibut atau cod).

Dalam siklus produksinya, Lerøy menternakkan sekitar 2 juta benih ikan salmon selama 16 bulan. Total rata-rata sekali panen mencapai sekitar 10 juta kilogram, dengan harga jual rata-rata per 1 kilogramnya berkisar antara 65 sampai 70 NOK. Dengan ongkos produksi dari awal menernakan ikan salmon sampai bisa dijual rata-rata sebesar 35 NOK, maka keuntungan yang diperoleh Lerøy dapat mencapai 35 NOK per kilogram ikan salmon yang berhasil dijualnya (Kurs 1 NOK = Rp 1661).

Operasionalisasi Lerøy dikelola secara digital, dengan jumlah karyawan sekitar 10 orang yang mengontrol seluruh kegiatan peternakan melalui layar komputer di Office Floating Unit, yang berada dekat dengan jaring apung. Saat ini Lerøy memiliki 10 jaring apung dan masing-masing dapat menampung hingga 200.000 ikan salmon. Peninjauan lapangan ke salah satu wilayah episenter pengembangan aquacuture Norwegia tersebut menjadi best-practices dalam pengembangan budidaya ikan laut yang berpotensi besar untuk dikembangkan di Indonesia, dengan menyesuaikan jenis ikan/komoditi laut yang prospektif seperti tuna/kakap/udang/kepiting/lobster, serta iklim cuaca dan kondisi lingkungan laut di tanah air.