Home > Berita KBRI > Kunjungan Kerja Komisi IX DPR RI ke Norwegia

Kunjungan Kerja Komisi IX DPR RI ke Norwegia

Delegasi Komisi IX DPR RI telah melakukan kunjungan kerja  ke Norwegia pada tanggal 11-16 Maret 2018. Selama berada di Norwegia, delegasi Komisi IX DPR RI yang terdiri dari 12 anggota dan 3 orang staf Sekretariat, melakukan kunjungan ke KBRI Oslo, Kementerian Kesehatan dan Layanan Perawatan Norwegia (HOD) dan Norwegian Institute of Public Health (FHI). Kunjungan kerja ini bertujuan untuk mendapatkan pemahaman yang komprehensif mengenai sistem kesehatan Norwegia serta bagaimana Norwegia menangani isu kesehatan lainnya. Di samping itu, kunjungan ke Norwegia dimaksudkan untuk mendapatkan masukan secara langsung serta menjalin kolaborasi dan kemitraan di bidang kesehatan dalam rangka meningkatkan pembangunan kesehatan Indonesia.

Dalam kesempatan pertemuan dengan delegasi Komisi IX DPR RI pada hari Minggu tanggal 11 Maret 2018 di KBRI Oslo, Kuasa Usaha Ad Interim KBRI Oslo, Nilton A.D.R Amaral, selaku Kepala Perwakilan RI Oslo menyampaikan informasi mengenai perkembangan situasi dan kondisi di Norwegia, tantangan dan peluang kerja sama yang dapat dikembangkan oleh kedua negara, utamanya di sektor kesehatan, serta perkembangan hubungan kerja sama bilateral Norwegia dan Indonesia.

Selanjutnya, pada hari Senin tanggal 12 Maret 2018, Delegasi Komisi IX DPR RI yang dipimpin oleh Bapak Pius Lustrilanang, SIP, MSi dan didampingi oleh KBRI Oslo, melakukan kunjungan kerja ke Kementerian Kesehatan dan Layanan Perawatan Norwegia (HOD) dan Norwegian Institute of Public Health (FHI). Di HOD, para delegasi diterima oleh State Secretary (Wakil Menteri Kesehatan) Maria Jahrmann Bjerke (Partai Konservatif) dan mendapatkan penjelasan mengenai Sistem Layanan Kesehatan Norwegia yang disampaikan oleh Deputy Director General Department of Primary Heatlh Care, Maren Skaset.

Pada pertemuan dengan FHI, Delegasi Komisi IX DPR RI diterima oleh Direktur Jenderal FHI, Camilla Stoltenberg dan jajaran staf FHI lainnya. Pada kesempatan tersebut, pihak FHI menyampaikan presentasi mengenai sejumlah topik di bidang kesehatan, yaitu (i) pengenalan mengenai FHI yang disampaikan langsung oleh Dirjen Camilla Stoltenberg; (ii) Epidemic Surveillance oleh Senior Advisor Solveig Jore; (iii) Public Health Profiles for planning public health oleh Senior Advisor Heidi Lyshol; (iv) Evidence for decision making oleh Senior Researcher Simon Lewin; dan (v) International Collaboration oleh Director of Global Health Anne Bergh. 

Pada pertemuan tersebut juga dibahas mengenai peluang kerja sama yang terbuka luas yang bisa digarap antara FHI dengan organisasi Cochrane Indonesia, yang baru dibentuk pada tanggal 5 Maret 2018 di Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FKKMK) Universitas Gadjah Mada. Cochrane merupakan organisasi jaringan peneliti independen global berbasis di London, yang bertujuan untuk meningkatan ilmu kesehatan berdasarkan bukti (evidence-based). Cochrane menjadi wadah bagi para peneliti kesehatan independen, pasien, profesional, tenaga kesehatan dan semua pemerhati kesehatan lainnya. Cochrane akan mengumpulkan, menganalisis, dan menyebarkan semua data sehingga dapat digunakan dalam pengembangan kebijakan dan pelayanan kesehatan yang efektif di Indonesi​a.