Home > Kabar Tanah Air > Gempa Bumi Lombok dan Bali

Gempa Bumi Lombok dan Bali

Dikutip dari laman resmi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), 10 Agustus 2018

Jumlah korban gempa bumi 7SR dan gempa susulannya di wilayah Nusa Tenggara Barat (Lombok dan sekitarnya) dan Bali terus bergerak naik. Masuknya laporan korban yang sebelumnya belum dilaporkan oleh aparat Pemda dan adanya korban yang berhasil dievakuasi menambah data jumlah korban.

Dampak gempa bumi 7 SR yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Barat (Lombok dan sekitarnya) dan Bali, hingga 10 Agustus 2018 siang (H+5), tercatat 321 orang meninggal dunia, dengan sebaran: (1) Kabupaten Lombok Utara 273 orang; (2) Lombok Barat 26 orang; (3) Lombok Timur 11 orang; (4) Kota Mataram 7 orang; (5) Lombok Tengah 2 orang; (6) Kota Denpasar 2 orang.

321 korban meninggal dunia tersebut semuanya telah diverifikasi. Laporan-laporan tambahan lainnya mengenai jumlah korban meninggal dunia masih dilakukan verifikasi. Dengan demikian, jumlah korban meninggal dunia kemungkinan lebih dari 321 orang. Namun hal tersebut masih memerlukan verifikasi lebih lanjut.

Pengungsi bencana tersebut kini telah mencapai 270.168 jiwa, tersebar di ribuan titik. Jumlah pengungsi juga diperkirakan akan bertambah karena belum semua pengungsi terdata dengan baik. Di beberapa tempat dilaporkan masih terdapat pengungsi yang belum menerima bantuan terutama di Kecamatan Gangga, Kayangan, dan Pemenang yang berada di bukit-bukit dan desa terpencil.

Untuk mengatasi hal ini, sejak 9 Agustus 2018 hingga saat ini, distribusi bantuan telah dilakukan menggunakan 3 helikopter dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Basarnas. Bantuan dari darat juga terus disalurkan, dengan melibatkan banyak relawan dari komunitas pecinta mobil dan masyarakat yang memiliki kendaraan untuk membantu distribusi bantuan. Dapur umum dan pos kesehatan juga banyak didirikan untuk melayani pengungsi.

Data sementara kerusakan rumah mencapai 67.875 unit rumah. Saat ini pendataan masih terus dilakukan. Dari hasil analisis citra satelit, kerusakan bangunan yang masif terjadi di Kabupaten Lombok Utara. Hampir 75% permukiman hancur dan rusak. Hal ini disebabkan lokasinya yang berada paling dekat dengan pusat gempa dan menerima guncangan gempa dengan intensitas VII MMI. Rumah dengan konstruksi yang kurang memenuhi standar rumah tahan gempa tidak mampu menahan guncangan keras sehingga roboh.

Kerusakan fisik meliputi 67.875 unit rumah rusak, 468 sekolah rusak, 6 jembatan rusak, 3 rumah sakit rusak, 10 puskesmas rusak, 15 masjid rusak, 50 unit mushola rusak, dan 20 unit perkantoran rusak. Angka-angka tersebut juga masih bersifat sementara.

Kerugian dan kerusakan akibat gempa 6,4 SR dan 7 SR di Nusa Tenggara Barat dan Bali diperkirakan lebih dari 2 trilyun rupiah. Kerugian dan kerusakan ini meliputi sektor permukiman, infrastruktur, ekonomi produktif, sosial budaya dan lintas sektor. BNPB masih melakukan hitung cepat untuk menghitung kerugian ekonomi.

Tim SAR gabungan dari Basarnas, TNI, Polri, Kementerian ESDM dan relawan masih menyisir dan melakukan evakuasi. Evakuasi korban lterus dilakukan. Longsor terjadi saat gempa 7 SR mengguncang Dusun Dompu Indah, Kecamatan Kayangan Kabupaten Lombok Utara sehingga tebing longsor. Tim SAR saat ini masih terus melakukan evakuasi. Medan yang sangat berat dan luas, serta kondisi tanah remah yang mudah longsor menambah kesulitan dan beresiko membahayakan petugas dalam melakukan evakuasi cepat.

Bantuan terus mengalir berdatangan, baik relawan, logistik dan peralatan. Ratusan NGO dan organisasi masyarakat juga mendirikan pos pelayanan. Bantuan yang datang segera didistribusikan ke tempat-tempat pengungsian. Dapur umum dan dapur lapangan banyak yang didirikan. Distribusi logistik melibatkan aparat pemerintah kecamatan dan desa untuk menyalurkan ke masyarakat. Di setiap Kabupaten, Camat diminta untuk mengambil logistik ke Posko kemudian Lurah atau Kepala Desa mengambil di Kecamatan sesuai dengan jumlah penduduk yang mengungsi atau memerlukan. Distribusi bantuan di lapangan disalurkan melalui posko dan dapur umum, serta aparat desa terkait.

Informasi lebih lanjut dapat diperoleh melalui:
Posko Tanggap Darurat Pulau Lombok, No: +62 853 3863 9789 & No: +62 859 6147 2837.
Pospenas (Pos Pendampingan Nasional BNPB): +62 853 3365 6353.