Home > News > Economic > Dubes RI Sambangi Importir Norwegia (EPOK AS), Bahas Upaya Tingkatkan Ekspor Produk Furnitur Indonesia ke Norwegia

Dubes RI Sambangi Importir Norwegia (EPOK AS), Bahas Upaya Tingkatkan Ekspor Produk Furnitur Indonesia ke Norwegia

Dalam rangka menjaring masukan dari importir Norwegia untuk meningkatkan ekspor produk furnitur Indonesia yang dipasarkan di Norwegia, Dubes Todung Mulya Lubis, didampingi Fungsi Ekonomi KBRI Oslo, telah berkunjung dan melakukan pertemuan bisnis dengan pemilik perusahaan EPOK Interior AS, Ms. Nina Herbre Eldh (28/03/2019), yang selama ini telah mengimpor dan memasarkan produk-produk furnitur dari Indonesia di Norwegia dan negara-negara Scandinavia.

Saat ini EPOK banyak medatangkan produk-produk furnitur dari wilayah Jawa Tengah, khususnya Kota Jepara. Perusahaan tersebut juga telah berinvestasi di Indonesia, dengan membuka kantor perwakilan dan pabrik sederhana, serta gudang penyimpanan produk-produknya sebelum dikirim ke Norwegia.

Pertemuan membahas perkembangan pasar (trend) produk Indonesia yang kini mulai banyak diminati dan cukup laris di Norwegia, seperti produk furnitur (kursi/meja/tempat tidur/lemari/perabot) berbahan kayu atau marmer, pigura cermin/hiasan dinding, tempat lilin berbahan kuningan, lampu hias, dan lain sebagainya.

Berdasarkan pengalaman EPOK selama ini, umumnya warga Norwegia (dan Scandinavia) sangat menyukai produk furnitur kayu dengan kualitas terbaik (premium) yang tahan terhadap perubahan suhu/cuaca dan tidak lekang dimakan waktu (awet). Mereka juga lebih menyukai model/ukiran yang tidak terlalu rumit/kompleks (minimalis), dengan warna seperti abu-abu/putih untuk furnitur, dan warna emas/perak/tembaga untuk hiasan dinding/perabot/lampu hias.

Beberapa kendala yang dihadapi antara lain terkait kualitas produk yang kadangkala tidak sesuai harapan semula, misalnya pada saat pengecekan sebelum dikirim memiliki kondisi yang sangat baik, namun setibanya di Norwegia produk mengalami perubahan atau penurunan kualitas (retak/pudar/dan lain-lain), sehingga cukup sulit untuk dipasarkan (mengingat warga Norwegia umumnya sangat selektif dalam memilih produk yang akan dibeli).  Kendala lainnya adalah tidak tersedianya produk yang akan dipesan, antara lain karena model dan spesifikasi produk yang dipesan tidak dapat dipenuhi (dibuat) oleh pengrajin, atau waktu pengerjaan/penyiapan dan pengiriman produk yang seringkali memerlukan waktu cukup lama (mulai dari pemesanan sampai produk diterima oleh pembeli).

Mencermati perkembangan pasar produk furnitur saat ini, EPOK sangat meyakini dan optimis terhadap produk furnitur Indonesia yang kini telah memperoleh market-positioning tersendiri bagi warga Norwegia dan akan terus meningkat di masa depan.

Pertemuan berhasil menggali potensi dan mengidentifikasi upaya-upaya yang perlu terus dilakukan, sekaligus menggaet peran serta aktif Importir Norwegia guna dapat mendukung upaya-upaya peningkatan ekspor produk furnitur Indonesia di Norwegia (dan Scandinavia).