Home > News > Economic > Di Norwegia, Indonesia Akan Tampilkan Eko-Wisata dan Industri Kreatif

Di Norwegia, Indonesia Akan Tampilkan Eko-Wisata dan Industri Kreatif

Indonesia akan kembali tampil di Reiselivsmessen 2015, ajang pameran pariwisata terbesar di Norwegia, berlangsung di Telenor Arena – Oslo, 9-11 Januari 2015. Lebih dari 100 negara akan ambil bagian dalam pameran yang dihelat akhir pekan ini.

KBRI Oslo akan meneruskan dan memperkuat fokus untuk mempromosikan eko-wisata dan industri kreatif berkelanjutan. Demikian disampaikan Duta Besar RI untuk Kerajaan Norwegia, Yuwono A. Putranto di Oslo hari ini (5/1/2014).

”Fokus ini sangat relevan, tidak hanya karena ketertarikan wisman Norwegia terhadap wisata dan produk alam, namun juga memberikan wadah diseminasi informasi yang pas atas sikap kritis publik terhadap isu-isu pelestarian lingkungan hidup dan hak-hak masyarakat adat,” jelas Duta Besar Yuwono.

Untuk itulah di anjungan Indonesia seluas 36m2, akan ditampilkan video, brosur, paket wisata dan informasi lainnya mengenai eko-wisata diantaranya di Subak Bali, Jalur Tenun Timor, Kawasan Ekosistem Laut Tamrau di Papua Barat, Desa Sawai di Kawasan Penyangga Taman Nasional Manusela di Maluku dan Pesantren Ekologi At-Tariq di Garut.

Untuk mempromosikan industri kreatif, lanjut Yuwono, Indonesia akan memamerkan beberapa kreasi masyarakat adat seperti tenun sumba, anyam-anyaman, madu alam dan beberapa varian kopi arabika.

Yuwono menuturkan bahwa keberhasilan KBRI Oslo dalam menghimpun materi pameran tidak terlepas dari peran teman-teman LSM di tanah air yang bergerak di bidang pelestarian lingkungan hidup. ”Selama hampir 1 tahun terakhir, kita menggandeng Rekam Nusantara & Indonesia Nature Film Society (INFIS) dan Daemeter berkeliling nusantara mengumpulkan bahan.”

Yuwono berkeinginan bahwa melalui partisipasi dalam pameran ini, maka wisata Indonesia akan terus berada dalam radar ingatan masyarakat Norwegia. ”Potensi dan pengeluaran masyarakat Norwegia untuk berwisata sangat tinggi dan kita harus terus menggalakkan upaya-upaya promosi.”

Sementara itu koordinator pameran, Sekretaris Pertama KBRI Oslo Hartyo Harkomoyo menuturkan, partisipasi Indonesia kali ini mendapatkan 3 keistimewaan.

Pertama, Indonesia menempati lokasi strategis dekat dengan panggung utama. ”Tentunya diharapkan akan banyak pengunjung yang akan mampir,” ungkapnya seraya menjelaskan jumlah pengunjung tahun lalu sekitar 41 ribu.

Kedua, Indonesia mendapatkan kesempatan pertama untuk melakukan presentasi dalam ajang Bussiness to Bussiness. Indonesia akan membawa presentasi bertema Exploring the Survival Genius of Ethnic Cultural and Ethnical Shopping for Life in Indonesia.

Ketiga, Indonesia juga diminta untuk menampilkan kesenian. ”Nanti akan tampil tarian Dayak asli dari peserta Kalimantan, tarian anak-anak Indonesia di Norwegia dan musik angklung,” jelas Hartyo.

Oslo, 5 January 2015