Home > Berita KBRI > Cita Rasa Unik Kopi Petani Kecil Indonesia dipuji di Norwegia

Cita Rasa Unik Kopi Petani Kecil Indonesia dipuji di Norwegia

KBRI Oslo bekerja sama dengan Yayasan GreenIndonesia dan Norwegian Coffee Association (NCA) memperkenalkan 4 jenis kopi arabika kepada ekspertise kopi Norwegia di kantor NCA, Oslo, pada tanggal 19 Januari 2016.

Kopi-kopi yang diperkenalkan adalah arabika jenis single origin yang dihasilkan oleh para micro roaster dari kebun petani-petani kecil di bawah jejaring Yayasan GreenIndonesia, sebagai organisasi yang berupaya membantu Pemerintah dalam mengangkat kesejahteraan hidup masyarakat kecil. Kopi-kopi dimaksud yaitu: Arabica Java Preanger (GreenIndonesia), Arabica Mandailing (GreenIndonesia), Arabica Mt. Arjuna (Javaroma), dan Arabica Garut (Mahkota Jawa Coffee).

Duta Besar RI untuk Norwegia di Oslo Yuwono A. Putranto menyampaikan bahwa, “Acara promosi kopi ini mendapatkan perhatian yang cukup spesial dari pelaku industri kopi di Norwegia. NCA sebagai tuan rumah kegiatan ini telah memberikan dukungan yang besar dengan menyediakan tempat, staf juga peralatan yang diperlukan mulai dari presentasi hingga proses coffee cupping. NCA juga telah membantu menghadirkan wakil-wakil dari perusahaan/ importir/ coffee house papan atas Norwegia (diantaranya COOP, Solberg & Hansen, Kaffebreniet, Pals dan DGB), serta para pakar kopi lainnya.”

Menurut Chairman NCA Marit Lynes, tingkat kehadiran para pakar kopi di Norwegia pada acara promosi kopi Indonesia ini lebih besar dari dua kegiatan terakhir, yaitu kopi Brasil dan kopi Ethiopia. Faktor utamanya adalah sentimen ´kerinduan´ atas kopi Indonesia yang pernah menjadi salah satu ´raja´ di Norwegia, namun saat ini market share-nya hanya sekitar 1% dan bahkan kopi Vietnam berhasil mencapai sekitar 2% pasar kopi Norwegia.

Selain itu, Marit menyampaikan mengenai banyaknya keinginan untuk mencoba kopi dengan cita rasa lain dari kopi yang saat ini mendominasi Norwegia, yaitu dari Brasil, Kolombia, Peru dan Ethiopia.

Hasil dari coffee cupping adalah kesamaan pandangan akan keunikan rasa yang berbeda-beda antara jenis yang satu dengan lainnya. Hal ini dinilai sebagai satu kekuatan /potensi besar untuk mengemas kopi Indonesia tersebut sebagai artisanal coffee di pasar Norwegia.

Namun demikian, diamati bahwa cita rasa tersebut belum dibarengi dengan kecantikan penampilan dari biji kopi. Masih diperlukan upaya serius untuk meningkatkan packaging dan branding dari kopi Indonesia tersebut. Wakil dari perusahaan Solberg & Hansen dan pakar kopi Alf Kramer pun terketuk untuk mendalami dan menawarkan pendapat ahlinya guna mengembangkan kesamaan kualitas antara rasa dan penampilan.

Perkenalan kopi Indonesia ke publik Norwegia ini merupakan salah satu upaya untuk menggenjot ekspor kopi ke Norwegia. Bagi KBRI Oslo, upaya promosi ini dapat dijadikan sebagai kegiatan awal bagi upaya promosi dan penetrasi kopi Indonesia di pasar Norwegia, tutur Dubes Yuwono.

Norwegia merupakan pasar kopi spesial, dengan masyarakatnya merupakan peminum kopi terbanyak per kapita nomor dua di dunia. Pasar Norwegia selalu memburu kopi-kopi dengan kualitas terbaik, dan kopi Indonesia dengan cita rasa uniknya mempunyai potensi yang sangat besar. Namun demikian, upaya untuk menembus pasar Norwegia yang sangat strict ini perlu dibarengi dengan peningkatan sinergi antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah dan Perwakilan RI di luar negeri. (Sumber : KBRI Oslo, 20 Januari 2016)

Test KopiEkspertise kopi Norwegia di kantor NCA

Test Kopi 2KBRI Oslo bekerja sama dengan Yayasan Green Indonesia dan Norwegian Coffee Association (NCA)