Home > News > Economic > RI-Norwegia Bidik Peningkatan Kemitraan dan Investasi Energi

RI-Norwegia Bidik Peningkatan Kemitraan dan Investasi Energi

Indonesia dan Norwegia berkepentingan untuk lebih meningkatkan kemitraan di bidang energi. Tekad pengembangan kemitraan saling menguntungkan ini mengemuka dalam Pertemuan ke-7 Konsultasi Bilateral Energi Indonesia-Norwegia di Oslo, Norwegia, 17-18 Maret 2014.

Duta Besar RI untuk Kerajaan Norwegia, Yuwono A. Putranto, menjelaskan pertemuan ini merupakan forum dialog yang digelar tiap 2 tahun guna membahas kerja sama konkrit di sektor migas, energi terbarukan, lingkungan, dan efisiensi energi serta kebijakan terkait.

Dalam sambutannya pada sesi pembukaan di Oslo hari ini (17/3), Duta Besar Yuwono menekankan pentingnya dialog ini memberikan kontribusi terhadap pencapaian energi terbarukan pada tahun 2025 seperti ditetapkan dalam Peraturan Pemerintah mengenai Kebijakan Energi Nasional.

Sejalan dengan hal tersebut, Ketua Delegasi RI dalam pertemuan ini, Dirjen Migas Kementerian ESDM, A. Edy Hermantoro, menekankan perlunya lebih mendorong aktifitas-aktifitas bersama pengembangan energi kedua negara.

“Di samping itu, Indonesia juga terus mendorong peningkatan investasi Norwegia di bidang energi dan energi terbarukan, mengingat kemajuan dan keahlian yang dimiliki Norwegia,” tutur Edy, selaku Co-Chairs pertemuan ini bersama dengan Dirjen Kementerian Perminyakan dan Energi Norwegia, Odd Sverre Haraldsen.

Pertemuan ke-7 Konsultasi Bilateral Energi Indonesia-Norwegia dihadiri oleh wakil-wakil pemerintah, BUMN, akademisi dan kalangan swasta / industri dari kedua negara. Delegasi Indonesia diantaranya terdiri dari Kementerian ESDM, Kemlu RI, KBRI Oslo, SKK Migas, PT Pertamina, PT Medco E&P, dan ITB.

 

Sedangkan dari Norwegia diantaranya dihadiri oleh Duta Besar Norwegia untuk Indonesia, wakil-wakil dari Kementerian Perminyakan dan Energi Norwegia, Kemlu Norwegia, serta kalangan industri seperti Statoil, Höegh LNG, Tinfos AS, Intsok dan DNV GL-Carbon Capture & Storage.

Topik-topik yang dibahas yaitu migas, energi terbarukan dan kelistrikan, dan lingkungan serta isu-isu terkait.

Selama 2 hari pertemuan, Delegasi juga berkesempatan mengunjungi 2 lokasi industri energi Norwegia di sekitar Oslo, yaitu pusat hydroelectric dan rainpower di Ranafos dan industri transportasi migas di Kongsberg Maritime.

Dari topik-topik pembahasan dan kesepakatan yang dihasilkan dalam pertemuan ini, Duta Besar Yuwono mengatakan pihaknya akan mengawal dan memfasilitasi setiap aktifitas dan tindak lanjutnya.

“KBRI akan terus memelihara peran aktifnya. Termasuk saya akan terus berkomunikasi dan melakukan koordinasi dengan Duta Besar Norwegia di Jakarta guna memastikan tindak lanjut dari pertemuan ini,” tegasnya.

Norwegia merupakan salah satu negara terdepan di bidang pengembangan energi terbarukan dan teknologi pengolahan migas. Lebih dari 90% kebutuhan energi Norwegia dipenuhi melalui pemanfaatan hydropower. Norwegia juga menggunakan tenaga angin dan gelombang laut sebagai sumber energi.

Duta Besar Norwegia untuk Indonesia, Stig Traavik, yang hadir dalam pertemuan ini menyampaikan bahwa dalam beberapa tahun terakhir aktifitas kerja sama di bidang energi antara Indonesia dengan Norwegia terus mengalami peningkatan.

“Saat ini, program kerja sama pengembangan energi yang tengah berlangsung diantaranya proyek energi terbarukan di Sumba, carbon capture and storage di Bandung, dan biogas di Lampung, Bali, NTB, NTT dan Sulawesi,” jelasnya.

Kerja sama di riset juga terus berkembang, diantaranya melalui MoU yang ditandatangani pada saat kunjungan Pangeran dan Putri Mahkota Norwegia ke Indonesia tahun 2012, yaitu antara Statoil, the Norwegian University of Science and Technology (NTNU) dan ITB.

Indonesia dan Norwegia tengah membahas kerja sama antar universitas yang difokuskan pada clean energy dan underground technology. Program pelatihan pengelolaan hydropower yang melibatkan PT PLN juga akan berlangsung pada bulan Maret ini.

Beberapa industri besar Nowegia tercatat aktif bermitra dengan industri di tanah diantaranya Statoil, Höegh LNG, KF Gruppen, dan Tinfos AS.

 

Oslo, 17 Maret 2014